MEMILIH MOBIL BMW
Seorang teman nanya, dengan anggaran 50-an jeti, BMW apa yang bisa
didapat? Hmmm.. kalo milih mobil Jepang siy enak. Corolla ya Corolla. Tahun
segitu modelnya ya cuma itu cc-nya kadang ya cuma itu. Accord ya Accord. tahun
segitu modelnya ya cuma itu, cc-nya ya cuma itu. Kalo BMW? Tahun yang sama
dalam satu model aja ada 3-4 pilihan mesin! Siapa yang ndhak bingung coba kalo
tahu sebelumnya?
Well, ini catatan kami pribadi, berdasarkan info sana-sini, dan bisa jadi kurang rapi dan kurang jeli. Namun mudah-mudahan setidaknya bisa membantu mengurai informasi, atau mungkin malah bikin mbulet estimasi :D
I. Apa siy enaknya milih BMW ketimbang mobil lain?
Pertama, BMW sampai sekarang dominan modelnya konsisten berpenggerak
roda belakang (kecuali satu seri yang barusan muncul, yakni Seri 2 Active
Tourer atau X1 terbaru, atau entah apalagi nanti). Kendaraan berpenggerak
belakang ini relatif unggul dalam segala hal secara teknis.
(1) Ia tak akan kehilangan tenaga saat akselerasi. Karena saat
akselerasi, roda belakang akan terkena beban tekanan bodi belakang karena
momentum pergerakan kendaraan sehingga membuat roda semakin menancap di jalan
dan membuat mobil serasa melesat saat diakselerasi. Ini beda dengan kendaraan
penggerak roda depan. Kebanyakan sedan mulai era 90-an sudah pakai penggerak
roda depan. Baik mobil Jepang maupun Eropa/Amerika.
Kalo diakselerasi, kendaraan berpenggerak roda depan secara teori akan
berpotensi kehilangan daya tarikan awal. Karena beban mobil menumpu ke bagian
belakang, bagian depan mobil akan serasa terangkat, sehingga roda depan yang
digerakkan itu serasa kurang menapak dan bisa jadi spinning plus kehilangan
daya tarik awal.
(2) Karena sistem teknis diarahkan ke roda belakang untuk digerakkan,
maka roda depan hanya mendapatkan bagian untuk membelokkan mobil saja. Ini
secara teknis lebih murah dan simpel dalam perawatan. Beda dengan mobil
berpengerak roda depan, karena fungsi dorong dan fungsi belok ketemu jadi satu,
secara perawatan justru akan ribet dan mahal karena sekali kena masalah
biasanya akan sekaligus makan banyak parts. Secara sederhana, orang banyak
bilang demikian :D
(3) Mantab dan predictable dalam handling. Mobil berpenggerak roda belakang
memang cenderung oversteer. Maksudnya, stir dibelokkan dikit aja mobil dan
langsung bereaksi, pada kecepatan tinggi ia akan serasa membelok sangat tajam
gitu alias sering dibilang ngepot karena bagian belakang mobil menjadi liar
nyampluk ke sana-ke mari terkena dorongan tenaga mesin…
Ini memang kelemahan, karena kalo ngepot bisa nampar kendaraan atau
benda di kanan-kirinya. Namun ini lebih kepada kelemahan yang dapat
dikendalikan dan dapat dimanfaatkan. Kengepotan ini bisa kita koreksi dengan
pengubahan sudut kemudi yang sangat terkendali sehingga bisa membuat mobil
seperti membelok laksana di film-film laga itu :D Jadinya mobil bisa lebih enak
buat nge-drift (ini istilahnya). Kalo kita menguasai teknik safety-riding atau
buat smooth-rally, mobil pengerak belakang gini cocok untuk melarikan
diri/keluarga dari kejaran rampok :D *lebay dikit*
Dalam kecepatan sedang-rendah, mobil penggerak roda belakang akan
membuat sudut belokannya lebih terarah dan predictable. Istilahnya, apa kata
otak dan tangan relatif bisa diterjemahkan roda kendaraan secara sempurna
Beda dengan kendaraan penggerak roda depan. Saat dibelokkan, karena roda
masih mendapat dorongan tenaga dari mesin, ia serasa kurang mau belok alias
nyelonong keluar alias understeer.. Intinya, beda penggerak depan dan belakang
itu seperti mendorong atau menarik lemari gitulah… tentu semua paham bahwa
mendorong lemari akan lebih ringan ketimbang menariknya :D
Mengenal understeer dan oversteer dan teknik menanganinya bisa dibaca di
sini http://www.otomotif-modifikasi.info/mobil/beda-penggerak-beda-karakter.htmlatau sinihttp://forum.otomotifnet.com/otoforum/showthread.php?5582-understeer-amp-oversteer&s=e1e3e8af654fb4d291929df29bab17a9
Kelemahan mobil penggerak belakang adalah saat dijual baru. Biasanya, mobil
penggerak roda belakang akan makan biaya produksi lebih tinggi ketimbang
penggerak depan. Namun untuk saat ini, karena mobil penggerak depan sekarang
juga sudah dirancang secara efisien, maka untuk pemakaian sehari-hari ia sudah
oke banget koq... Dan juga bisa lari kencang sekali :D
Hanya untungnya BMW (juga Mercy atau Volvo) adalah, kita bisa
mendapatkan mobil penggerak belakang dengan teknologi mumpuni dengan harga yang
jeblok :D
Bahkan untuk versi Indonesia, BMW tahun 2000-an malah sudah ada teknologi
penyeimbang bodi secara elektronis atau ESC (Electronic Stabilizer Control).
Komputer mengatur sendiri penguncian/pengereman dan pelepasan keempat roda
secara independen menurut kebutuhan sehingga mobil bisa terlepas dari kondisi
ngepot yang membahayakan.
Kedua, enaknya BMW, meski di daerah, sudah banyak juga bengkel spesialis
yang ahli khusus BMW. Ini masih lebih unggul ketimbang Audi atau Volvo, di mana
bengkel independen spesialisnya masih belum merata sampai ke pelosok daerah :D
Jadi meski kita berorientasi tetap ke bengkel resmi, untuk satu dan dua hal
(kebanyakan satu dan dua hal ini selalu terjadi :D) bengkel independen
spesialis tetap harus kita pegang referensinya :D
Untuk Jatim jangan khawatir. Di Tuban, Bengkel mobil dekat taman
pahlawan ada yang kondang itu. Di Malang, di Cengger Ayam depan pondok Al-Hikam
-dah 10 tahunan mereka berdiri- atau di Sawojajar, Di Tulunggaung malah ada dua
biji. Di Madiun juga ada. Di Yogya juga melimpah. Tempat lainnya tinggal nanya
kawan-kawan klub/komunitas nantinya :D
Ketiga, enaknya BMW, secara umum ia relatif dibilang yang paling sporti
ketimbang brand kompetitornya. Namun ini masalah selera dan preferensi saja
sebenarnya. Saya aja juga demen koq sama Volvo yang kotak gitu. Ada seni
tersendiri di dalam desainnya :D
Keempat, kalo sangat terpaksa anggaran mepet dan mesti ganti suku cadang
yang gak bisa ditunda, mungkin karena ada kerusakan akut, suku cadang
aftermarket-nya lumayan banyak tersedia. Hanya wajib disadari, biar
bagaimanapun suku cadang aftermarket tentu beda dengan orisinalnya. Hanya di
BMW, suku cadang aftermaketnya tersedia mulai kualitas setara ori sampai yang
bikin mobil lebih hancur juga ada.:D
Konon, di Mercy, karena banyaknya ketersediaan suku cadang KW, membuat
harga sekennya jauh lebih mahal ketimbang BMW pada umur dan spesifikasi dan
kondisi yang setara, bisa 50%-100%++ di atasnya. Namun kami pikir ini justru
keunggulan dalam mendapatkan BMW. Kita bisa mendapatkan BMW spek yang sama
tersebut dengan harga lebih rendah plus ketersediaan bengkel independen dan
sukucadang aftermarket yang lumayan sama melimpahnya sampai ke pelosok daerah
:D
II. Anggaran segitu sebenarnya mepet banget, tapi sudah bisa banget
dapet BMW
Anggaran 50 jeti segitu sebenarnya mepet banget untuk nyari BMW yang
maknyuss, bebas perbaikan, dan tinggal pake alias tinggal beli bensin daninjek
gas.. tapi duit segitu juga sudah bisa banget dapet BMW lumayan okey plus
sedikit sisa buat bonusan pajak or rawatan ringan pasca pembelian… Tentunya ini
untuk BMW umur belasan tahun lho :D
III. Nyari BMW sabelum lihat harga adalah lihat “pakem kebutuhan dulu”
Nyari BMW sabelum lihat harga adalah lihat “pakem kebutuhan dulu”
agan/aganwati.. Maksudnya gini.. BMW dibagi ke tiga pakem besar…
A. Pakem Kelincahan.
Diwakili oleh BMW seri 3. Biasanya penyuka seri ini lebih menginginkan
BMW yang lincah, simpel/ramping, manuver enak, akselerasi okey, namun
kenyamanan boleh sedikit dikorbankan. Maksudnya kenyamanan sedikit dikorbankan
di sini bukannya BMW-nya ndhak nyaman. Namun sebagai seri terkecil tentu ruang
kaki untuk penumpang belakang di seri 3 tak selega seri-seri di atasnya.
Seri 3 cocok untuk yang suka mengendarai mobil sendiri atau dengan
keluarga kecil (misalnya keluarga dengan satu atau dua anak kecil, tanpa
baby-sitter atau satu baby-sitter satu saja gitu), trus untuk penggunaan jarak
pendek atau menengah. Meski untuk touring jarak panjang juga sangat amat okey
banget :D
Karena kebanyakan keluarga Indonesia suka mobil ramping, maka seri 3
justru menjadi seri terpopuler, baik baru maupun sekennya. Secara hukum pasar,
maka harga sekennya justru yang relatif tertinggi ketimbang dua seri di atasnya
(jika dilihat/dikomparasi dari sisi harga barunya). Apalagi pada seri 3 vs seri
atasnya pada mesin yang sama. (BMW sendiri mengakui, seri 3 adalah cashcow
mereka…)
Konon, BMW adalah brand pionir yang membuat seri compact beginian.
Karena larisnya seri 3, Mercy mencoba berinovasi membuat Klasse-C, kelas
compact untuk menandingi seri 3. Namun namanya bukan pionir, tetap saja untuk
kelas kompak brand Eropa gini masih lebih populer BMW seri 3 :D
Pakem ramping/lincah seri 3 ini dibagi ke dua kebutuhan:
(a) Yang suka speed, misal yang demen bejek gas sampai 180-200kmh gitu
or yang suka jalan di medan pegunungan (Malang, Jember, Sumedang,
Yogya-Tasikmalaya) bisa ambil yg cc-nya gedhe, semacam 323i (2500cc) 6
silinder. Jalan kenceng, di pegunungan enteng dan anteng. Sementara yang suka
jalan sedang-sedang, bisa ambil 320i (2000cc) 6 silinder. Speed tentu di bawah
323i. Namun tetap aja masih kenceng. Khas mesin 6 silinder BMW. Meskipun
sedang-sedang saja, kalo cuma jalan 140-180 kmh aja bisa banget! :D
Cuma duit 50jeti untuk 323i belum nyampe gans... Pasaran yang lumayan
okey masih 60an. Ini juga biasanya masih perlu perbaikan di beberapa parts.
Kalo mau maknyuss bisa sampe 70-80an jeti. Untuk 320i mungkin masih bisa harga
segitu.. cuma takutnya untuk sisaan perawatan masih diperlukan anggaran bulan
depan dan depannya lagi gitu :D
(b) Yang suka jalan santai dan ingin BMW irit bensin, bisa ambil 318i.
Ini seri BMW paling populer. 318i hanya menggendong mein 4 silinder. Perawatan
murah. Dan untuk 318i sebelum tahun '93 (kode mesin: M40) karena kompresinya
rendah masih bisa nenggak premium. Lainnya itu aturannya siy mesti Pertamax.
Anggaran segitu bisa saja dapet seri 3 kode bodi E36 dengan mesin M40, yang
bisa nenggak premium ini. Atau seri 3 dengan kode bodi E30 (mesin sama M40),
yang beberapa justru mengatakan ini modelnya “BMW beneran” :D
Alias kaku-kaku gimana tapi asyik-asyik gitu! (secara desain, mobil
Eropa kan banyak dibilang lebih kaku dan “kurang berdesain” ketimbang Jepang
:D)
Seri 3 E36 (yang bodinya sama alias belum berubah) ada mesin baru yang
lebih disempurnakan, namanya mesin M43. Ini penyempurnaan mesin M40, yang
paling kelihat bedanya adalah di sisi injektor bahan bakar yg membuat mesin
lebih bertenanga namun tetap efisien. Seliter bensin mesin ini bisa buat nempuh
12 km luar kota! Cuma untuk E36 suehat dengan mesin M43, duit segitu kayaknya
blom cukup siy gans...
Meskipun bisa dibilang jalannya santai, kalo mo nandingi Great Corolla
or Honda Accord Maestro aja kayaknya masih bisa nglewati itu bro... Secara,
Jepang meski punya cc 2200-2400 kadang masih diisi mesin 4 silinder! Pakemnya,
bisanya mesin dengan silinder banyak tarikannya kebih cepet. Maklum, beban
dibagi ke banyak letupan. Ketimbang cc besar tapi silinder sedikit, beban
dibagi hanya ke sedikit letupan. Konsekuensinya, mesin dengan silinder banyak
tentu perawatannya lebih sedikit memakan biaya :D
B. Pakem kenyamanan dan akselerasi.
Ini diwakili oleh seri 5. Di mata kami pribadi, seri 5 sebenarnya dalah
seri yang “paling sempurna untuk duit mepet” seperti saya gini :D Intinya, seri
5 itu kenyamanan dapat, akselerasi/kecepatan juga dapat. :D
Maksudnya, karena badannya lebih gambrot dan kebanyakan orang suka yg
seri 3, maka seri 5 harga jatuh banget. Ini yang membuat penggemar seri 5
demen. Murah di belinya. Bayangkan, E36 320i dengan E34 520i yang sama-sama
menggendong mesin 6 silinder 2000cc, harga seri 5 bisa terpaut 10 juta di
bawahnya. Padahal kalo dilihat barunya, harga seri 5 mesin setara ini bisa
25-30% di atas seri 3.
Dengan bodinya yang lebih besar, tentu seri 5 memberikan kenyamanan
lebih ketimbang seri 3. Ruang dengkul penumpang belakang lebih lega. Untuk
ukuran rata-rata orang Indonesia yang 160an cm, ruang kaki (legroom) belakang
seri 5 masih bisa dibuat duduk sambil menyilangkan kaki :D Kayak bos gitu..
tapi lebih tepatnya yang mimpi bos, soale mobilnya kan seken :D
Hanya kelemahannya di seri 5, dengan mesin yang sama dia harus
menggendong bodi yang lebih berat, ini tentu akan membuat tenaga mesinnya
menjadi “pas-pasan” saja. Dampak buruknya lagi, konsumsi BBM juga relatif lebih
boros ketimbang seri 3. Namun percayalah, borosnya BMW itu sebenarnya ndhak
jauh beda dengan sebuah Kijang super yg ber-cc jauh lebih kecil!
Seri 5 juga dipecah ke dua pakem:
(a) Yang pingin nyaman dan santai, bisa ambil seri 5 yang 6 silinder
2000cc (520i). Ini seri 5 yang paling populer dan harga jualnya relatif masih
okey. Bisa laku 50an juta untuk yang kondisinya bagus dan terawat. Namun
rata-rata siy harga 520i ini cuma 35an juta. Kalo ada harga di bawah itu, cuma
ada dua kemungkinan. Orangnya butuh duit banget sehingga mobilnya yang masih
lumayan bagus dijual murah; atau kalo ndhak ya kondisi mobilnya acakadut.
Tapi biarpun dibilang jalan santai, santainya BMW ini kalo 140-180kmh
aja ya santai lho :D Mobil yang acakadut
sebenarnya ndhak jelek, asal dijual murah banget. Ini cocok untuk yang
suka restoring. Cuma memang biaya restorasi ini ndhak murah. Tapi bagusnya,
kalo dah kelar kita serasa seperti dapet mobil yang baru keluar showroom dealer
:D Untuk anggaran 50an, kalo mau mobil yang nyaman dan anteng, 520i ini pilihan
yang paling pas. Sebenarnya 520i punya kelemahan krusial, ia bermesin tipe M50
namanya, belum memiliki teknologi anti-knocking sensor. Jadinya mesti pakai
Pertamax harusnya. Kalo ndhak ia akan ngelitik dan efek jangka panjangnya,
cylinder-head dan stang piston bisa melengkung. Kalo ada yang pakai mesin ini
ndhak ngelitik, takutnya mesinnya dan dioprek. Atau memang dari lahir sudah
dipaksa minum premium, sehingga mesin jadi beradaptasi morfologis gitu kali ya?
:D
(b) Untuk yang pingin mobil bertenaga, bisa ambil 530i V8. Ya, V8! Untuk
kondisi normal dia masih anteng di 60an juta, selisih dikit sebenarnya dengan
520i gitu. Namun untuk kondisi kebanyakan, harganya bisa melorot di 45an juta.
530i V8 memang keren. Bayangkan, dengan duit segitu kita bisa dapet
mobil V8 cuyz1 Jepang mana ada ini? Cuma 530i V8 memang kurang diminati secara
pasar. Alasan paling umum adalah dia boros. Memang untuk dalam kota, seliter
bensin cuma buat nempuh 5kman. Kalo luar kota baru dia bisa irit, seliter bisa
buat jalan 7-9 km (meskipun di manual booknya bisa sampai 1:13km).
Namun kata boros di sini sebenarnya adalah lebih ke psywar makelar mobil
untuk menjual dagangan lain mereka. Kalo dibilang boros, wong mesinnya 3000cc.
Bisa jalan hampir setara Kijang Super yang 1500cc kan udah bagus itu? Dengan
tenaga super melimpah dan kecepatan super kencang, konsumsi bensinnya cuma
selisih 100-200ribu (kurs setara) untuk jarak Kediri-jakarta yang paling cepat
rata-rata ditempuh 14jam nonstop!
Cuma alasan lain yang bikin 530i ini kurang populer adalah
spareparts-nya. Bayangkan, sekali ganti busi sampai 8 biji! Kalau mau nuruti
pakai busi bagus yang standar BMW, bisa 100rb sebiji, total 800rb! Pasti bakal
bikin berantem sama bini :D Ini belum parts lain yang memang harga
aftermarket-nya pun tetap lebih tinggi ketimbang mesin di bawahnya. Tapi sekali
lagi, belanja segitu imbang dengan kemampuan, kenyamanan, dan kecepatan yang
dikeluarkannya :)
530i adalah V8 cc terkecil sekaligus satu-satunya V8 pada masanya yang
masuk ke Indonesia. Di versi luar negeri ada juga yang V8 4000cc. Namun
sayangnya tak masuk Indonesia. Setelah 1997 atau pada generasi E39, mesin V8
baru dimulai dari cc 4000 (4500). Mesin BMW 3000cc diturunkan menjadi 6
silinder.
530i memang cocok untuk yang benar-benar orientasi ke mengemudi dan
melayani penumpang. Bayangkan, di jalan Kediri-Malang yang nanjak-nanjak gitu
ia seperti sama sekali tak kehilangan tenaga, serasa lewat jalan datar.
Masa produksi barunya, 530i V8 dibanding 520i 6 silinder konon
populasinya seperti 1:20 unit. Tapi meski sedikit, mencari 530i V8 seken
nyatanya masih dapet aja koq di pasaran seken :D
Ada satu lagi opsi tambahan untik seri 5 E34 ini, yakni 518i yang
menggendong mesin 4 silinder 1800cc punyanya seri 3. Ini diproduksi untuk yang
mencari kenyamanan, namun tak perlu jalan kenceng. Kelihatannya mesin 1800 cc
ini memang lebih gedhe ketimbang mesin Toyota Great Corolla yang 1600cc, tapi
ingat cuy, ini yang didorong adalah BMW seberat 1,5 ton!
Bandingkan dengan sedan Jepang yang beratnya aja kadang “melayang ketiup
angin” :D *maaf lebay dikit, maksudnya ya bobot mereka enteng aja* So, bisa
habis tenaga itu 518i :D Tapi ya itu tadi, kalo mau saja ditinggal sama bus
ekonomi, ya gpp berburu yang beginian. :D
Mungkin karena underspec gini, harga 518i juga jeblok banget. Ditawarkan
35an jeti, ditawar bisa dapet 30jeti itu dengan kondisi yang mulus bagus
terawat :D Tinggal pakai pokoknya :D Namun unit sehat 518i ya tetep bagus siy
harganya, maklum ini spesies emang langka.
C. Pakem super nyaman.
Ini didapat di BMW seri 7. Karena harganya yang masih jauh di atas 50an
jeti, maka saya tak terlalu membahas di sini :D Intinya, ini mobil bos emang.
Panjang sumbu rodanya (yang LWB/long wheel base) aja 30 cm lebih panjang
ketimbang seri 5 :D Bayangkan, kaki pasti bisa ongkang-ongkang di bangku
belakang.
***
UNTUK BMW seri 3 dan 5 yang sudah berumur lebih dari 10 tahun, BMW
Indonesia memberikan program potongan harga spareparts orisinal sampai 50an
persen koq! Jadi kalo mau ganti spareparts orisinal, harganya sebenarnya
relatif terjangkau juga. Dengar-dengar, konon harga spareparts dan ongkos jasa
bengkel BMW yang sedikit lebih tua ketimbang Toyota Corolla Altis malah lebih
murah! Sementara, untuk lari dan kenyamanan, jelas Corolla Altis “tak ada
apa-apanya” gitu :D
Baik untuk semua seri mulai kode bodi E30 sampai E36, termasuk seri 3
dan 5 sebelum tahun 97an, di Indonesia tersedia transmisi manual dan automatic.
Transmisi manual lebih nyaman di akselerasi dan cocok untuk turing luar kota.
Namun yang ribet kalo jalan dalam kota :D
Sementara transmisi matic tentu nyaman untuk dalam kota pun luar kota.
Tapi transmisi matic ini memang dirancang agak memble. Maksudnya, komputer akan
mengatur percepatan kendaraan lebih smooth, ndhak mau nuruti kaki pengemudi.
Kalo balapan jarak pendek sama Honda Jazz, jangan bingung kalo BMW Anda
ketinggalan jauh di belakangnya! :D Setelah tahun 97, BMW mengganti
transmisinya dengan steptronic, gabungan matic dan manual, atau matic namun
bisa dioper-oper seperti versi manual saat dibutuhkan.
***
SEBENARNYA ada pilihan lain untuk mobil Eropa yang terkenal safety dan
kenyamanannya dengan opsi harga seken yang murah selain BMW, yakni Volvo. dengan
spesifikasi dan kondisi yang relatif sama, harga Volvo bisa 20-30% di bawah
BMW. Jelas pedagang akan benci mendagangkan mobil ini, terlalu kemurahan, bisa
menggerus keuntungan, dan serasa duit mati karena akan bisa superlama lakunya
:D Tapi mobil ginian, tentu untuk di pihak pembeli: dapet mobil bagus dengan
harga ajib murahnya :D Ini akan cocok sekali untuk pengguna yang memang
antusias dan pingin memberikan perhatian lebih kepada kendaraannya.
Untuk yang tinggal di Jakarta, miara Volvo memang nyaman. Bengkel
spesialis melimpah, spareparts juga tinggal tunjuk mau model yang gimana. Dan
tak menguras kantong. Tapi untuk yang tinggal di daerah, Anda memang harus
memastikan dulu ketersediaan bengkel independen yang berani dan bisa menangani
mobil ginian.
Karena biar bagaimana, sekuat apapun namanya mobil juga pasti akan
rusak. Takutnya ndhak ada bengkel yang bisa nangani, Anda justru kerepotan
sendiri nantinya :D Soalnya meskipun prinsip dasar mobil itu sama, beda
teknologi akan membuat beda penanganannya.
Dan syarat terpertama di atas hal-hal teknis tsb., memang kalo beli
mobil Eropa, Anda kadang mesti siap “kalah tampang” dengan mobil Jepang.
Bayangkan Honda Nouva atau Great Corolla juga bisa long-last time lho kekerenan
bodinya :D Meski dengan teknologi yang banget apa-adanya :D Nooffence aja siy,
piss! :D
Satu lagi kalo beli mobil Eropa, jangan berharap harga jualnya kembali
akan tinggi. Orang belinya juga dapet murah :D Mobil Eropa memang cocok untuk
dinikmati, dan jangan peduli harga pasaran. Kalo masih berharap mobil seken
yang dijual kembali terhitung ndhak rugi-rugi amat, saran saya justru langsung
noleh saja ke mobil Jepang. Ini beneran lho! :D
BMWCCT-TUBAN, Semoga berguna yaa gays
MEMILIH MOBIL BMW
Tidak ada komentar:
Posting Komentar